Kamis, 08 September 2011

My Rain

Dahulu, Awal kita... Aku selalu duduk di serambi hatimu,menanti... Menunggu saat kau datang Membawa sekeranjang angan indah,dan segembok ikatan kasih Untuk kurangkai menjadi sebuah cerita terindah dalam hidup Agar,cerita itu dapat Membunuh rasa, rasa sepi dan sedih serta pedihnya hati... Aku selalu berdiri... berdiri membilang hari,menanti siang serta petangnya hidupku Menunggu putaran itu berhenti... Kristalisasi Cintaku untukmu, Rindu untukmu hampir menggunung, Kasih yang meluas seperti lautan, Serta, Sayang,yang tanpa batas jagad raya... Hingga aku bingung harus kemana kubuang cinta,rindu,kasih dan sayang ini ? Lalu kuambil sepotong rembulan untukmu Kuletakkan tepat disampingmu Agar kau bisa membisikkan kata rindu untukku tapi... Ternyata tidak.............!!! Sebab, Engkau tak dapat melihat rembulan itu, Karena ada rembulan lain yang kau genggam di tanganmu,melekat dalam hidup,serta jiwamu... Yang tak bisa untuk terlepaskan... Saat ku papah matahari, Saat ku daki jurang yang bermuara neraka, Memaknai api sebagai kata terindahku... Pedih... Yang sarat mengusung jutaan sakit Aku menjerit kesakitan,atas kepedihanku Bintang malah membuka percakapan Tentang cinta tertunda, Tentang duka nestapa, Tentang engkau,aku,dan dia... Tentang segala yang ada di dunia yang berkaitan dengan cinta,cinta,dan cinta... Yang selalu mengundang sejuta resahku... Sehingga aku sempat tak mengerti apa itu cinta...??? Sama sepertimu yang tak mengerti makna cinta yang sesungguhnya...ataukah mungkin engkau berpura-pura untuk menutupi kemunafikanmu....... yang,tak ku ketahui... Saat aku mengusir kegelisahan didada ini Giliran ribut menghias malammu,yang gemerlap dengan sejuta kasih di hati... Bulan dan bintang harus diam, Diam.................................................!!! Walau aku takut,takut Mungkin Karena, Tak lama lagi titik hujan Bakal membeku dimataku................. Kasihan....kau hujan Kau beri pengkhianatan sejak pertama cinta terbaca, Tetapi, Kau coba berdiri,bersembunyi di balik kemunafikan yang tertutup oleh kabut... Dan kini,mencoba tenangkan segala prasangka... Apakah itu pantas...??? Kurasa tidak sama sekali...!!! Sejak itu, Aku belajar tak sekadar memaknai benci,sedih,pedih,dan kecewa... Tapi, tiada lagi bintang di setiap malam ku tiada lagi bulan disini tiada lagi mimpi-mimpi indah itu dan, tiada lagi cinta tertunda kita karena, tiada lagi kau ataupun aku........................................selamanya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar